Otto Hahn (1879-1968) ialah pemenang Penghargaan Nobel dalam Kimia 1944. Berasal dari Frankfurt,
Jerman, ia mempelajari kimia
di Marburg dengan tujuan bekerja di bidang industri. Pada 1904, ia pergi ke Inggris
untuk bekerja dalam bidang radiokimia bersama dengan Sir
William Ramsay yang pernah menemukan gas mulia seperti argon, neon, kripton, dan xenon. Di sana ia mengidentifikasi "radiothorium" yang merupakan unsur ke-228, dan ia memutuskan
meneruskan pekerjaannya dalam bidang penelitian.
Lalu, selama setahun,
Hahn bekerja sama dengan Ernest Rutherford
di Montreal, kemudian kembali ke Jerman. Di sini, selama 30 tahun ia bekerja sama dengan Lise Meitner. Bersama mereka menemukan unsur kimia baru, protaktinium.
Pada 1938 Hahn menemukan bahwa penembakan uranium dengan menggunakan neutron
akan menghasilkan barium. Ia menjelaskan gejala ini sebagai fisi dari inti uranium.
Lalu di Kopenhagen Meitner membuktikan kebenarannya.
Pada 1944, Hahn menerima Hadiah
Nobel Kimia dan unsur ke-105 dinamai hahnium untuk menghormatinya. Niels Bohr membawa kabar penemuan fisi ini ke Amerika
Serikat pada 1939, tepat sebelum PD II
mulai. Hal ini mendorong Amerika Serikat
mengembangkan bom
atom. Setelah Perang
Dunia II selesai, negara lain seperti Uni Soviet, Inggris, dan Perancis
mengembangkan senjata nuklir, lalu disusul Tiongkok dan India.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar